KARAWANG, - Monitorindonews.com
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Karawang mengapresiasi serta mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Karawang dalam membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme.
Diketahui sebelumnya, pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam upaya mengatasi maraknya aksi premanisme di daerah. Kebijakan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 2337/AR.06.04/PEMOTDA serta Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 29/AR.03.04.01/PEMOTDA.
Ketua KADIN Kabupaten Karawang, Emay Ahmad Maehi, yang akrab disapa Kang Emay, menilai pembentukan satgas ini sebagai langkah strategis untuk menciptakan kemaslahatan bagi masyarakat.
“Dalam pembentukan Satgas Anti Premanisme, seorang pemimpin pasti memiliki maksud untuk menciptakan kemaslahatan bagi rakyatnya,” ujar Kang Emay kepada NarasiKita.ID, Sabtu (29/03/2025).
Kemudian, ia juga menyampaikan bahwa langkah pemerintah provinsi dan kabupaten dalam membentuk satgas ini bertujuan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Karawang, guna mendukung iklim investasi yang lebih kondusif.
“Pembentukan Satgas Anti Premanisme adalah strategi untuk menciptakan kondisi yang mendukung investasi,” lanjutnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan metode ini guna menarik investasi secara berkelanjutan di setiap kabupaten dan kota, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“KADIN sebagai mitra kerja pemerintah sangat berkepentingan untuk mensosialisasikan dan mendukung program ini,” ungkapnya.
Selain itu, Kang Emay mengajak seluruh pihak untuk merespons kebijakan ini secara positif dan melihatnya sebagai bagian dari niat baik pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
“Kita hanya perlu mencari metode yang humanis agar masyarakat mendapatkan edukasi yang bermanfaat,” tandasnya.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Satgas Anti Premanisme dapat bekerja secara efektif dalam menciptakan keamanan dan stabilitas ekonomi di Kabupaten Karawang
(Saka Adi Wijaya/Red.)